Setelah beberapa bulan berusaha bertahan dengan kamera jadulnya, Andrea akhirnya memutuskan untuk berhenti menggunakannya. Ia memutuskan untuk membeli kamera baru yang lebih baik kualitasnya dan lengkap fiturnya. Sebenarnya Andrea tidak memiliki masalah dengan kamera jadulnya, hanya saja ia tidak tahan dengan komentar orang-orang di sekitarnya. Mereka bilang bahwa Andrea tidak pantas menggunakan kamera jadul itu dan lebih baik menggunakan kamera yang canggih.
Kini Andrea tengah memilih kamera yang yang akan digunakannya kelak, sementara kamera jadulnya ia letakkan dalam lemari yang entah kapan ia akan membukanya lagi.



January 21, 2009 at 10:32 pm |
Siapakah Andrea? Nyatakah dia? Atau mungkin dia adalah personifikasi dari sang Penulis?
(kekekeke…)
January 22, 2009 at 9:21 pm |
memang cerdas abang Eriza ini, bisa mengetahui adanya makna tersembunyi di dalam cerita. Andrea bukan personifikasi dari sang penulisnya, tapi ceritanya yang mencerminkan kehidupan sang penulis. ayo silakan di-decrypt
May 23, 2009 at 3:17 pm |
ooooo..i see