Color measurement
November 25, 2006This week I was playing around with new equipment in our laboratory, Chroma Meter CR-400. As its name, this Konica Minolta equipment function is to measure chroma (color) of an object. It can measure both solid and transparent object.
I’ll talk a little about basic of color science. There are three basic elements of presence of color, light source, object, and human vision. Light source is characterized by its spectra, the amount of light emitted at each wavelength. The object has its spectrum, object’s reflectance (or transmission) at each wavelength. Human vision consists of eye and brain. Photoreceptor in our eyes will absorb number of photon and brain will interpret that as “sensation of color”. CIE, or International Commission on Illumination make standard of light source (standard illuminant) and human vision (standard colorimetric observer).

CR-400 has 2 standard illuminant (C & D65) and standard colorimetric observer (2o) inside. The output is tristimulus value, whether XYZ, L*a*b* or other color space value. So, using this equipment we can measure the ‘color’ of an object easily. Simply put it on the object, press the button and we get numerical value that represents that color. This measurement is independent of illumination around the object since CR-400 is pressed against the object which blocks other light to interfere.

There is another technique to measure the ‘color’ of an object. Put the object under light source, take the picture using digital camera, then we can get the tristimulus value of the object’s color from the image. We have to take into account characteristic of the light source and also the output of the digital camera for tristimulus calculation.
I did experiment to compare the L*a*b* value of the same object using those two techniques. Six pieces of paper with different color were used as object. For first technique, I set the illuminant of CR-400 to D65, took 6 samples of each object, and calculated the average value of L*a*b*. For second technique, I put the object under fluorescent lamp which has intensity around 326 lux and take the picture using Canon Powershot A520. The resolution is 2272 x 1704 pixels, flash did not fire, and auto white balance. Then, I cropped the image into 300 x 300 pixels and analyzed it. The output from camera is in sRGB. So, I transform it to L*a*b* using my function.

Here are the results:




Result shows that the value of L* from Chromameter was greater than from sRGB, means that it is brighter. Whereas values of a* and b* from those two techniques were quite similar, except for yellow and mustard. What does this result means?
’srgb2lab’ in Matlab
November 23, 2006In image processing, sometimes we have to transform the image from one color space to another. Matlab has Image Processing Toolbox which covers all color space transformation. In my research, I need to perform sRGB to CIE L*a*b* transformation. Here is the syntax in Matlab:
——————————————————
% Convert image to L*a*b* color space
cform2lab = makecform(’srgb2lab’);
LAB = applycform(RGB, cform2lab);
——————————————————
The input is RGB which consists of three layers, Red, Green, and Blue. The output is LAB which consists of L*, a*, and b* layers. L* represents brightness and has range from 0 to 100. a* represents degree of redness-greenish, has range from -100 to 100. Positive value for redness, and negative value for greenish. b* represents degree of yellowish-bluish, has the same range as a*. Positive value for yellowish, and negative value for bluish. Just keep in mind a* as apple (red) and b* as banana (yellow).

I wrote my own function using Matlab to perform sRGB to CIE L*a*b* transformation based on Matlab reference. Then I transform color sample below using Matlab function and my function.

These are the results:

The values of L*, a*, and b* from Matlab function are positive and out of range. Whereas from my function, the values are follow the rule. For example, yellow patch has largest value of b* and pink patch has largest value of a*.
Graphs below describe clearly.




From graphs above we can see that the value of L*, a*, and b* from Matlab function are being shifted by some positive value. Table below shows the difference of L*, a*, and b* between two functions.

It seems that my function is the correct one
Ilmuwan, Ulama, dan Mahasiswa
November 22, 2006Ada orang asing (ilmuwan) bertanya kepada salah seorang ulama mengenai hewan babi ini. Sementara itu seorang mahasiswa juga mengikuti jalannya percakapan tersebut.
Ilmuwan : Haramnya hewan Babi bagi umat muslim adalah disebabkan karena banyaknya parasit dan kotoran dalam hewan ini. Dengan semakin canggihnya ilmu kedokteran, bukankah mungkin nantinya hewan babi dapat dibersihkan dari virus dan parasit yang mematikan ini? Apakah nantinya hewan babi yang bersih ini akan menjadi halal?
Ulama : Haramnya babi bukan karena hal itu saja. Tetapi ada sifat babi yang sangat diharamkan untuk umat Islam
Ilmuwan : Apakah itu?
Ulama : Coba anda buat 2 kandang. Satu kandang anda isi dengan 2 ekor ayam jantan dan 1 ekor ayam betina. Satu kandang lagi anda isi dengan 2 ekor babi jantan dan 1 ekor babi betina. Apakah yang terjadi pada masing-masing kandang tersebut? Bisakah anda menerkanya?
Ilmuwan : Tidak.
Ulama : Mari kita lihat sekarang. Pada kandang pertama dimana ada 2 ekor ayam jantan dan 1 ekor ayam betina. Yang terjadi adalah 2 ekor ayam jantan tersebut berkelahi dahulu untuk memperebutkan 1 ekor ayam betina tersebut sampai ada yang menang atau kalah. Dan itu sesuai dengan kodrat dan fitrah manusia diciptakan.
Ilmuwan : Pada kandang babi?
Ulama : Ini yang menarik. Pada kandang kedua, yaitu kandang babi, 2 ekor babi jantan itu tidak berkelahi untuk memperebutkan babi betina tersebut, tetapi yang terjadi adalah 2 ekor babi jantan tersebut malahan menyetubuhi secara beramai-ramai babi betina tersebut dan juga terjadi hubungan homoseksual antara kedua ekor babi jantan tersebut setelah selesai dengan si betina. Hal inilah yang jelas-jelas bertentangan dengan fitrah umat manusia. Bila umat Islam ikut-ikutan memakan babi maka ditakutkan umat Islam akan mempunyai sifat dan karakteristik seperti babi ini.
Mahasiswa : Boleh saya memberikan pertanyaan dan juga pendapat saya, Ustadz?
Ulama : Silakan, Dik.
Mahasiswa : Ustadz tadi mengatakan bahwa sifat dan perilaku babi tidak sesuai dengan kodrat dan fitrah manusia. Apakah sifat dan perilaku ayam sesuai dengan fitrah manusia? Artinya manusia boleh berkelahi sampai mati untuk mendapatkan wanita? Terlebih lagi, tidak jarang saya melihat seeekor ayam jantan yang menyetubuhi ibunya sendiri (incest). Bukankah itu tidak sesuai dengan kodrat dan fitrah manusia? Bahkan ayam juga terkadang memakan bangkai ayam yang lain. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah : apakah sifat dan karakteristik hewan juga menentukan halal haramnya hewan tersebut, Ustadz? Sebaik-baiknya hewan tentulah tidak akan ada yang perilakunya sesuai dengan kodrat dan fitrah manusia. Manusia dan hewan adalah dua makhluk yang berbeda.
Menurut saya, ketika Allah telah mengharamkan sesuatu (makanan atau perbuatan), sebagai muslim hal yang harus kita lakukan adalah mematuhinya. Kita “tidak harus” mencari alasan logis dibalik itu. Karena alasan-alasan logis akan selalu bisa diperdebatkan.
Ulama : ………….
The man behind the camera
November 22, 2006Andrea hampir tergoda untuk membeli Nikon D80. Apalagi waktu itu toko yang menjualnya memberikan discount yang menarik. Namun akhirnya ia memutuskan untuk menggunakan kamera jadulnya. Entah mengapa, ia merasa mampu memenangkan kontes tersebut menggunakan kamera jadulnya. The most important thing is the man behind the camera, not the camera itself.
Sekarang Andrea sedang membiasakan diri lagi dengan Canon EOS-1v, kamera pertamanya. Dengannya ia pernah belajar tentang dasar-dasar teknik fotografi. Sekarang, cukup sulit untuk mendapatkan film untuk kameranya tersebut. Ia harus pergi ke kota lain.
Mampukah Andrea memenangkan kontes fotografi tersebut dengan kamera jadulnya?
………….
Andrea
November 21, 2006“Berapa lama kira-kira selesainya?” tanya Andrea.
“Wah, kalau pastinya sih ga tau juga Teh. Tergantung komponennya ada enggak. Kira-kira satu bulan lah,” jawab si penjaga toko.
Beberapa hari yang lalu ketika Andrea sedang mengambil gambar tiba-tiba saja kamera kesayangannya, Canon EOS-30D rusak. Kameranya tidak bisa mengambil gambar sama sekali. Kata orang di tempat reparasi, bagian sensornya yang rusak. Padahal ia telah mendaftar untuk kontes fotografi dan batas penyerahan hasil karyanya adalah satu bulan lagi.
Sebenarnya Andrea memiliki satu kamera lagi, Canon EOS-1v. Kamera tersebut merupakan kado ulang tahunnya yang ke-20 dari ayahnya 4 tahun silam. Namun, kamera itu masih berbasis film, belum menggunakan sensor digital. Ya, kamera jadul.
Setahun yang lalu dengan uang tabungannya sendiri, Andrea memutuskan untuk membeli camera baru, Canon EOS-30D. Ia sangat puas dengan performa kameranya. Dengannya ia berhasil mengabadikan momen-momen berharga dalam hidupnya, salah satunya adalah ketika ia diwisuda.
Andrea bisa saja membeli kamera digital SLR yang baru. Dengan penghasilan dan uang tabungannya sekarang, ia mampu membeli kamera digital SLR yang paling mahal sekalipun. Apalagi sekarang ini cukup banyak kamera baru yang menarik perhatiannya seperti Nikon D80, Sony DSLR-A100, dan Canon EOS 400D.
Sekarang Andrea cukup bingung, apakah ia akan menggunakan kamera jadulnya, atau menunggu kameranya selesai diperbaiki, atau membeli kamera baru.
………….
281006

Posted by ihtatho
Posted by ihtatho
Posted by ihtatho 




